Dosen
;
Drs. Imam Wibowo MSi Nama
Mahasiswa : Azis Solihin
Mata
kuliah : Riset Operasi Nim
: 1334021415
tugas kuliah
1.
jelaskan ruang lingkup riset operasi
2.
apa yang dimaksud dengan model (dalam riset
operasi) sebutkan contohnya
3.
jelaskan yang dimaksud dengan metode ilmiah
4.
manfaat riset operasi bagi perusahaan
1. Ruang Lingkup Riset Operasi
Ruang lingkup riset operasi adalah batasan tempat dimana
riset operasi terebut bisa digunakan /dimanfaatkan untuk menentukan suatu
keputusan yang akan diambil
Beberapa ruang lingkup riset operasi adalah sebagai berikut
Ø Akuntansi dan Keuangan:
1. Penentuan jumlah kelayakan kredit
2. Alokasi modal investasi dari berbagai alternatif
3. Peningkatan efektivitas akuntansi biaya
4. Penugasan tim audit secara efektif
Ø Pemasaran :
1. Penentuan kombinasi produk terbaik berdasarkan permintaan
pasar
2. Alokasi iklan diberbagai media
3. Penugasan tenaga penjual kewilayah pemasaran secra efektif
4. Penempatan lokasi gudang untuk meminimumkan biaya
distribusi
5. Evaluasi kekuatan pasar dari strategi pemasaran pesaing
Ø Operasi Produksi :
1. Penentuan bahan baku yang paling ekonomis untuk kebutuhan
pelanggan
2. Meminimumkan persediaan atau inventori
3. Penyeimbangan jalur perakitan dengan berbagai jenis
operasi
4. Peningkatan kualitas operasi manufaktur
2. Model
Riset Operasi
Model adalah abstraksi atau penyederhanan realitas sistem
yang kompleks dimana hanya komponen-komponen yang relevan atau faktor-faktor
yang dominan dari masalah yang dianalisis diikutsertakan.
Ia menunjukkan hubungan-hubungan (langsung dan tidak
langsung) dari aksi dan reaksi dalam pengertian sebab dan akibat. Karena sebuah
model adalah suatu abstraksi realitas, ia akan tampak kurang kompleks
dibandingkan realitas itu sendiri. Model itu, agar menjadi lengkap, perlu
mencerminkan semua realitas yang sedang diteliti. Salah satu alas an
pembentukan model adalah untuk menemukan variabel-variabel yang penting atau
menonjol. Penemuan variabel-variabel yang penting itu berkaitan erat dengan penyelidikan
hubungan yang ada diantara variabel-variabel itu. Teknik-teknik kuantitatif
seperti statistik
dan simulasi digunakan untuk menyelidiki hubungan yang ada
diantara banyak variabel dalam suatu model. Dalam Riset Operasi
dikenal beberapa bentuk model yang menggambarkan karakteristik dan bentuk
sistem suatu permasalahan.
Ø Macam-macam
model
1. Model Ikonik Iconic
(Physical)
Merupakan penyajian tiruan fisik seperti tampak aslinya
dengan skalayang lebih kecil. Model ikonik mudah untuk diamati, dibentuk
dandijelaskan, tetapi sulit untuk memanipulasi dan tidak berguna untuk
tujuanperamalan. Biasanya model ini menunjukkan peristiwa statistik. Model
initidak mengikutsertakan segi-segi system nyata yang tidak relevan
untukanalisa. Masih dimungkinkan membangun model ikonik sampai tigadimensi,
tetapi untuk persoalan dengan dimensi yang lebih tinggi adalah diluar jangkauan
model ini, sebagai gantinya diperlukan model matematik.Contoh :Maket Gedung,
Model Automotif, dan Model Pesawat.
2. Model Analog (Analogue
Model)
Merupakan model fisik tetapi tidak memiliki bentuk yang mirip
dengan yang dimodelkan atau lebih abstrak. Model analog lebih mudah untuk
memanipulasi dan dapat menunjukkan situasi dinamis. Model ini pada umumnya
lebih berguna dari pada model ikonik karena kapasitasnya yang besar untuk
menunjukkan ciri-ciri sistem yang dipelajari. Contoh: alat ukur termometer yang
menunjukan model tinggi rendahnya temperatur
3. Model simbolik(Symbolic)
Merupakan model yang menggunakan simbol-simbol (huruf, angka,
bentuk, gambar, dan lain-lain) yang menyajikan karakteristik dan properti dari
suatu sistem.
Contoh : jaringan kerja (network diagram), diagram
alif, flow
char, dan lain-lain.
4. Model matematik (Mathematic)
Mencakup model-model yang mewakili situasi real
sebuah sistem yang berupa fungsi matematik. Diantara jenis model
yang lain, model matematik sifatnya paling abstrak. Model ini menggunakan
seperangkat simbol matematik untuk menunjukkan komponen-komponen dari system nyata.
Contoh : Pn = an. Po menyatakan
model populasi mahluk hidup.Model ini dapat dibedakan menjadi dua kelompok,
yaitu, deterministic dan probabilistik. Model deterministik dibentuk dalam
situasi kepastian.model ini memerlukan penyederhanaan-penyederhanaan dari realitas
karena kepastian jarang terjadi. Namun, keuntungan model ini adalah bahwa ia
dapat manipulasi dan diselesaikan lebih mudah. Jadi, system yang rumit dapat dimodelkan
dan dianalisa jika dapat diasumsikan bahwa semua komponen system itu dapat
diketahui dengan pasti. Model probabilistik meliputi kasus-kasus dimana diasumsikan
ketidakpastian. Meskipun penggabungan ketidakpastian dalam model dapat
menghasilkan suatu penyajian sistem nyata yang lebih realistis,model ini umumnya
lebih sulit untuk dianalisa.
Beberapa model Model matematis yang sering digunakan dalam RO
dalam menyelesaikan berbagai macam permasalahan :
a.Mode matematis deskriptif.
Suatu model yang mendeskripsikan beberapa aspek dari system
yang dimodelkan, seperti keadaan pada masa datang atau karakteristik operasi.
b.Mode matematis normatif.
Biasanya disebut dengan model dengan masalah pengambilan
keputusan. Masalah pengambilan keputusan adalah masalah yang harus diputuskan
oleh satu atau lebih pembuat keputusan
Komponen dari
model matematis adalah:
l Variabel
keputusan (decision variables), jika ada n keputusan yang saling berkaitan dan
dinyatakan secara kuantitatif, maka keputusan-keputusan ini dinyatakan sebagai
variabel-variabel keputusan X1, X2, ....,Xn yang nantinya nilai-nilainya harus
ditentukan.
l Fungsi
tujuan (objective function), merupakan suatu fungsi yang merupakan ukuran
kinerja yang sesuai (min. Cost, max. Profit) dan dinyatakan dalam fungsi
matematis dari variabel-variabel keputusan.
l Fungsi
pembatas (constraints), merupakan suatu fungsi yang dibuat berdasarkan
resources yang ada. Biasanya dinyatakan dalam bentuk kesamaan atau
ketidaksamaan.
Input parameter
berupa angka-angka, merupakan konstanta-konstanta (koefisien) yang terdapat
didalam fungsi tujuan dan fungsi pembatas
3. Metode Ilmiah
Ø Pengertian
Metode Ilmiah
Metode ilmiah atau
dalam bahasa inggris dikenal sebagai scientific method adalah proses berpikir untuk memecahkan masalah secara sistematis,empiris,
dan terkontrol.
Metode ilmiah merupakan
proses berpikir untuk memecahkan masalah
Metode ilmiah
berangkat dari suatu permasalahan yang perlu dicari jawaban atau pemecahannya.
Proses berpikir ilmiah dalam metode ilmiah tidak berangkat dari sebuah asumsi,
atau simpulan, bukan pula berdasarkan data atau fakta khusus. Proses berpikir
untuk memecahkan masalah lebih berdasar kepada masalah nyata. Untuk memulai
suatu metode ilmiah, maka dengan demikian pertama-tama harus dirumuskan masalah
apa yang sedang dihadapi dan sedang dicari pemecahannya. Rumusan permasalahan
ini akan menuntun proses selanjutnya.
Pada Metode Ilmiah,
proses berpikir dilakukan secara sistematis
Dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan secara
sistematis dengan bertahap, tidak zig-zag. Proses berpikir yang sistematis ini dimulai
dengan kesadaran akan adanya masalah hingga terbentuk
sebuah kesimpulan. Dalam metode ilmiah, proses berpikir
dilakukan sesuai langkah-langkah metode ilmiah secara sistematis dan berurutan.
Metode ilmiah
didasarkan pada data empiris
Setiap metode ilmiah selalu disandarkan pada data empiris.
maksudnya adalah, bahwa masalah yang hendak ditemukan pemecahannya atau jawabannya
itu harus tersedia datanya, yang diperoleh dari hasil pengukuran secara
objektif. Ada atau tidak tersedia data empiris merupakan salah satu kriteria
penting dalam metode ilmiah. Apabila
sebuah masalah dirumuskan lalu dikaji tanpa data empiris,
maka itu bukanlah sebuah bentuk metode ilmiah.
Pada metode ilmiah,
proses berpikir dilakukan secara terkontrol
Di saat melaksanakan metode ilmiah, proses berpikir
dilaksanakan secara terkontrol.
Maksudnya terkontrol disini adalah, dalam berpikir secara
ilmiah itu dilakukan secara sadar dan terjaga, jadi apabila ada orang lain yang juga ingin membuktikan kebenarannya dapat
dilakukan seperti apa adanya. Seseorang yang berpikir
ilmiah tidak melakukannya dalam keadaan
berkhayal atau bermimpi, akan tetapi dilakukan secara sadar dan terkontrol.
Ø Definisi
metode ilmiah
Metode merupakan prosedur atau cara seseorang dalam melakukan
suatu kegiatan untuk mempermudah memecahkan masalah secara teratur, sistematis,
dan terkontrol. Ilmiah adalah
sesuatu keilmuan untuk mendapatkan pengetahuan secara alami
berdasarkan bukti fisis.
Jadi, bila dijabarkan lebih luas dari metode ilmiah
adalah suatu proses atau cara keilmuan dalam melakukan proses
ilmiah (science project) untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis
berdasarkan bukti fisis.
Cara untuk memperoleh pengetahuan atau kebenaran pada metode
ilmiah haruslah diatur oleh pertimbanganpertimbangan yang logis (McCleary,
1998). Ilmu pengetahuan seringkali
berhubungan dengan fakta, maka cara mendapatkannya,
jawaban-jawaban dari
semua pertanyaan yang ada pun harus secara sistematis
berdasarkan fakta-fakta
yang ada. Hubungan antara penelitian dan metode ilmiah adalah
sangat erat atau bahkan
tak terpisahkan satu dengan lainnya. Intinya bahwa metode
ilmiah adalah cara
menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan,
pengesahan dan penjelasan kebenaran.
Dengan adanya metode ilmiah ini pertanyaan-pertanyaan dasar
dalam mencari kebenaran seperti apakah yang dimaksud, apakah benar demikian,
mengapa begini/begitu, seberapa jauh, bagaimana hal tersebut terjadi dan
sebagainya, akan lebih mudah terjawab.
Ø Langkah-Langkah Metode Ilmiah
Karena metode ilmiah dilakukan secara sistematis dan
berencana, maka terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan secara urut dalam
pelaksanaannya. Setiap langkah atau tahapan dilaksanakan secara terkontrol dan
terjaga. Adapun langkah-langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut:
1.merumus masalah
2. Merumuskan hipotesis.
3. Mengumpulkan data.
4. Menguji hipotesis.
5. Merumuskan kesimpulan.
1. Merumuskan
Masalah
Berpikir ilmiah melalui metode ilmiah didahului dengan
kesadaran akan adanya masalah. Permasalahan ini kemudian harus dirumuskan dalam
bentuk kalimat tanya. Dengan penggunaan kalimat tanya diharapkan akan
memudahkan orang yang melakukan metode ilmiah untuk mengumpulkan data yang
dibutuhkannya, menganalisis data tersebut, kemudian menyimpulkannya.Perumusan
masalah adalah sebuah keharusan. Bagaimana mungkin memecahkan sebuah
permasalahan
dengan mencari jawabannya bila masalahnya sendiri belum dirumuskan?
2. Merumuskan
Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah yang
masih memerlukan pembuktian berdasarkan data yang telah dianalisis. Dalam metode
ilmiah dan proses berpikir ilmiah, perumusan hipotesis sangat penting. Rumusan
hipotesis yang jelas dapat memabntu mengarahkan pada proses selanjutnya dalam
metode ilmiah. Seringkali pada saat melakukan penelitian, seorang peneliti
merasa semua data sangat
penting. Oleh karena itu melalui rumusan hipotesis yang baik
akan memudahkan peneliti untuk mengumpulkan data yang benar-benar dibutuhkannya.
Hal ini dikarenakan berpikir ilmiah dilakukan hanya untuk menguji hipotesis
yang telah dirumuskan.
3. Mengumpulkan
Data
Pengumpulan data merupakan tahapan yang agak berbeda dari tahapan-tahapan
sebelumnya dalam metode ilmiah. Pengumpulan data dilakukan di lapangan. Seorang
peneliti yang sedang menerapkan metode ilmiah perlu mengumpulkan data
berdasarkan hipotesis yang telah dirumuskannya. Pengumpulan data memiliki peran
penting dalam metode ilmiah, sebab berkaitan dengan pengujian hipotesis.
Diterima atau ditolaknya sebuah hipotesis akan bergantung pada data yang dikumpulkan.
4. Menguji
Hipotesis
Sudah disebutkan sebelumnya bahwa hipotesis adalah jawaban sementaradari
suatu permasalahan yang telah diajukan. Berpikir ilmiah pada hakekatnya
merupakan sebuah proses pengujian hipotesis. Dalam kegiatan atau langkah
menguji hipotesis, peneliti tidak membenarkan atau menyalahkan hipotesis, namun
menerima atau menolak hipotesis tersebut. Karena itu, sebelum pengujian
hipotesis dilakukan, peneliti
harus terlebih dahulu menetapkan taraf signifikansinya.
Semakin tinggi taraf signifikansi yang tetapkan maka akan semakin tinggi pula
derjat kepercayaan terhadap hasil suatu penelitian.Hal ini dimaklumi karena taraf
signifikansi berhubungan dengan ambang batas kesalahan suatu pengujian
hipotesis itu sendiri.
5. Merumuskan
Kesimpulan
Langkah paling akhir dalam berpikir ilmiah pada sebuah metode
ilmiah adalah kegiatan perumusan kesimpulan. Rumusan simpulan harus bersesuaian
dengan masalah yang telah diajukan sebelumnya. Kesimpulan atau simpulan ditulis
dalam bentuk kalimat deklaratif secara singkat tetapi jelas. Harus dihindarkan
untuk menulis data-data yang
tidak relevan dengan masalah yang diajukan, walaupun dianggap
cukup penting. Ini perlu ditekankan karena banyak peneliti terkecoh dengan temuan
yang dianggapnya penting, walaupun pada hakikatnya tidak relevan dengan rumusan
masalah yang diajukannya.
Ø Ciri-ciri
metode ilmiah
Bersifat kritis, analistis, artinya metode menunjukkan adanya
proses yang tepat untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan metode untuk
pemecahan masalah.
Bersifat logis, artinya dapat memberikan argumentasi ilmiah. Kesimpulan
yang dibuat secara rasional berdasarkan bukti-bukti yang tersedia. Bersifat
obyektif, artinya dapat dicontoh oleh ilmuwan lain dalam studi yang sama dengan
kondisi yang sama pula.
Bersifat konseptual, artinya proses penelitian dijalankan dengan
pengembangan konsep dan teori agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
Bersifat empiris, artinya metode yang dipakai didasarkan pada
fakta di lapangan.
Ø Sikap ilmiah
1. Rasa Ingin Tahu
Rasa ingin tahu merupakan awal atau sebagai dasar untuk
melakukan penelitian-penelitian demi mendapatkan sesuatu yang baru.
2. Jujur
Dalam melakukan penelitian, seorang sainstis harus bersikap
jujur, artinya selalu
menerima kenyataan dari hasil penelitiannya dan tidak
mengada-ada serta tidak boleh mengubah data hasil penelitiannya.
3. Tekun
Tekun berarti
tidak mudah putus asa. Dalam melakukan penelitian terhadap suatu masalah tidak
boleh mudah putus asa. Seringkali dalam membuktikan suatu masalah, penelitian
harus diulang-ulang untuk mendapatkan data yang akurat. Dengan data yang akurat
maka kesimpulan yang didapat juga lebih akurat.
4. Teliti
Teliti artinya bertindak hati-hati, tidak ceroboh. Dengan
tindakan yang teliti dalam melakukan penelitian, akan mengurangi
kesalahan-kesalahan sehingga menghasilkan data yang baik.
5. Objektif
Objektif artinya sesuai dengan fakta yang ada. Artinya, hasil
penelitian tidak boleh dipengaruhi perasaan pribadi. Semua yang dikemukakan
harus berdasarkan fakta yang diperoleh. Sikap objektif
didukung dengan sikap terbuka artinya mau menerima pendapat
yang benar dari orang lain.
6. Terbuka Menerima Pendapat Yang Benar
Artinya bahwa kita tidak boleh mengklaim diri kita yang
paling benar atau paling hebat. Kalau ada pendapat lain yang lebih benar/tepat,
kita harus menerimanya.
Ø Kegunaan
metode ilmiah
Dengan adanya sikap
dan metode ilmiah akan menghasilkan penemuan penemuan
yang berkualitas
tinggi dan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan manusia. Beberapa kegunaan
metode ilmiah dalam kehidupan manusia antara lain :
1. Membantu
memecahkan permasalahan dengan penalaran dan pembuktian yang memuaskan.
2. Menguji hasil
penelitian orang lain sehingga diperoleh kebenaran yang objektif.
3. Memecahkan atau
menemukan jawaban rahasia alam yang sebelumnya masih teka teki.
Metode ilmiah
merupakan salah satu cara untuk memperoleh pengetahuan. Metode ilmiah dianggap
merupakan metode terbaik untuk mendapatkan pengetahuan karena metode ini
menggunakan pendekatan yang sistematis, objektif, terkontrol, dan dapat diuji,
yang dilakukan melalui metode induktif maupun deduktif. Beberapa metode lain
yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan selain metode ilmiah adalah melalui
intuisi, rasionalisme, dan empiris.
4. Manfaat atau kegunaan Riset Operasi :
Merupakan alat untuk pengambilan keputusan dari berbagai
sumber daya yang tersedia.
Riset oprasi berusaha menetapkan arah tindakan terbaik
(optimum) dari sebuah masalah keputusan dibawah pembatasan sumber daya terbatas.
Memberikan pengembangan dari beberapa sektor, seperti teknik
dan ilmu perhitungan, ilmu politik, matematik, ekonomi, teori probabilitas dan
statistik
Memberikan kemudahan dalam pengambilan keputusan kegiatan
kerja dalam bidang industri, bisnis, dan manajemen,sebagai basis mencapai
tujuan secara optimum dengan orientasi efisiensi tinggi
Riset operasi banyak diterapkan dalam menyelesaikan
masalah-masalah manajemen untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi
Dalam hal manajerial dan pengambilan keputusan :
1. Perencanaan yang lebih baik.
2. Fleksibel dalam pengoperasian.
3. Lebih baik dalam melakukan koordinasi dengan berbagai
pihak.
4. Membuat keputusan yang lebih tepat.
5. Sistem yang lebih baik
mantab betull min
BalasHapuspenyedot timah